KIMIA SMK

Daftar Blog Saya: Kimiatomesemka, Kimiatomeemkaku, so-soal

Sabtu, 25 Februari 2012

2. PENULISAN LAMBANG UNSUR, SENYAWA, BENTUK MOLEKUL, PERSAMAAN REAKSI, DAN HUKUM DASAR KIMIA****KIMATOM****

2.1 Memahami Lambang Unsur
      Indikator :
  • - Penulisan lambang unsur monoatomik didasarkan ketentuan JJ. Barzelius
  • -Senyawa dibentuk oleh unsur-unsur yang berbeda secara kimia
Ringkasan Materi
A. Lambang unsur berdasarkan ketentuan JJ. Barzellius:
  1. Unsur dilambangkan dengan huruf dan ditulis dengan huruf besar yang diambil dari huruf terdepan dari namanya dalam bahasa Yunani , Contoh: Oksigen diberi lambang O, Nitrogen diberi lambang N, Carbon diberi lambang C
  2. Unsur dilambangkan dengan dua huruf. Huruf pertama huruf besar dan huruf kedua huruf kecil yang diambil dari salah satu huruf namanya, Contoh: Ferrum(besi) diberi lambang Fe, Aurum(emas) diberi lambang Au, Cuprum(tembaga) diberi lambang Cu
B. Rumus molekul
  1. Rumus molekul unsur: rumus molekul yang terbentuk dari dua atau lebih unsur yang sama.
    •  Molekul diatomic: Oksigen (O2), Nitrogen (N2), Hidrogen (H2), Flour (F2), Brom (Br2), Iod (I2),
    •  Molekul poliatomik, yaitu tiga atom yang sama atau lebih bergabung membentuk sebuah molekul. Contoh: ozon (O3), pospor (P4), belerang (S8)
  2. Rumus molekul senyawa: rumus molekul yang terbentuk dari dua atom atau lebih yang berbeda.Contoh: 
  • Karbon dioksida (CO2 )  memilki komposisi 1 atom C dan 2 atom O, 
  • Asam Sulfat (H2SO4 ) memiliki komposisi 2 atom H, 1 atom S, dan 4 atom O
  • Urea (CO(NH2)2 memilki komposisi 1 atom C, 1 atom O, 2 atom N dan 4 atom H 
C. Bentukmolekul
    Adalah bentuk geometris yang terjadi jika inti atom unsur yang saling berikatan dalam suatu molekul dihubungkan dengan suatu garis lurus.


             molekul air                                                  
                            
D. Gaya antar molekul
     Interaksi antara atom-atom dalam senyawa atau kumpulan molekul-molekul dalam senyawa yang mengalami tarik menarik . Gaya tersebut berkaitan dengan sifat fisik zat. Kuat lemahnya gaya tarik menarik antar molekul akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya titik didih suatu zat.


2.2 Memahami Rumus Kimia

  • Rumus kimia merupakan rumus molekul unsur atau senyawa yang dinyatakan dalam rumus molekul dan rumus empiris
  • Rumus empiris dinyatakan sebagai rumus perbandingan paling sederhana atom-atom penyusun senyawa.
  • Bilangan oksidasi atom ditentukan berdasarkan ketentuan bilangan oksidasi
  • Persamaan reaksi disetarakan dengan menentukan koefisien reaksi
Ringkasan Materi
A. Rmus Kimia

Rumus Kimia dibagi menjadi rumus molekul dan rumus empiris. Rumus molekul merupakan rumus kimia senyawa yang menggambarkan jenis dan jumlah atom penyusun suatu molekul. Rumus empiris menyatakan perbandingan paling sederhana dari jumlah atom penyusun suatu molekul. Contoh:
a.  pebandingan jumlah atom C dan O dalam CO2 = 1:2. Perbandingan ini sudah merupakan perbandingan yang paling sederhana. Dengan demikian rumus empiris senyawa CO2 sama dengan rumus molekulnya, yaitu CO2.
b.  Perbandingan jumlah atom C dan H dalam C3H6 = 3: 6 = 1: 2. Jadi, rumus empiris C3H6 adalah CH2.
c.  Perbandingan jumlah C, H dan O dalam C6H12O6 = 6: 12: 6 = 1: 2: 1. Jadi, rumus empiris  adalah CH2O.
B. Bilangan Oksidasi
Bilangan oksidasi atau tingkat oksidasi adalah nilai muatan atom dalam pembentukan suatu molekul atau ion. Jumlah bilangan oksidasi senyawa = 0 dan jumlah bilangan oksidasi ion = muatannya. Biloks untuk unsur bebas, monoatomik, diatomik triatomik, tetraatomik dan oktaatomik = 0. contoh Fe, C, H2, Cl2, F2, O2, P4, dan S8.   Biloks atom H dalam senyawa +1, kecuali dalam senyawa hidrida = -1, Biloks atom O dalam senyawa = -2. Contoh:
Tentukan bilangan oksidasi atom unsur yang dicetak tebal dalam senyawa berikut NH3!
a.    Jawab : Muatan NH3 = (1x b.o N) + (3 xb.o H)
               0 = 1 x (x) + 3 x (+1) = x = 3
               x = -3
jadi bilangan oksidasi atom N dalam senyawa NH3= -3

C. Persamaan Reaksi
Persamaan reaksi adalah persamaan yang menggambarkan terjadinya suatu reaksi kimia, meliputi lambang dan rumus, serta tanda panah yang menunjukkan terjadinya reaksi.
Zat-zat yang bereaksi terletak disebelah kiri tanda panah (disebut pereaksi), sedangkan zat-zat hasil reaksi terletak di sebelah kanan tanda panah (disebut hasil reaksi).
Secara umum, persamaan reaksi dapat dituliskan sebagai berikut:
  pA(s) + qB (l)   ---------->     rC(aq)  + sD(g)

Keterangan:
A dan B sebagai pereaksi
C dan D sebagai hasil reaksi
p = koefisien reaksi zat A            r = koefisien reaksi zat C      s = solid (padat) , l = liquid (cair)
q = koefisien reaksi zat B            s = koefisien reaksi zat D      Aq (aqueous) = larutan dalam air
 
Contoh :Setarakan persamaan reaksi : Al + O  ------>         Al2O3.
Penyelesaian
a. jumlah atom Al dikiri = 1, sedangkan di kanan = 2,  sehingga koefisien Al di sebelah kiri dikalikan 2, menjadi
      2 Al + O2   ----->         Al2O3
b. Jumlah atom O di kiri = 2, sedangkan di kanan =3 sehingga  koefisien O2 di sebelah kiri dikalikan , menjadi
2 Al + O2    ------->        Al2O3
c. Agar tidak berbentuk pecahan, persamaan reaksi dikalikan 2 sehingga reaksi lengkapnya menjadi :
     4 Al + 3O2   ------>          2Al2O3
2.3. Menuliskan Senyawa Kimia
 
      Indikator:
  •  Tata nama senyawa biner (terdiri atas atom non logam dengan non logam) diatur berdasarkan IUPAC
  •  Tata nama senyawa biner (terdiri atas logam dengan non logam) diatur berdasarkan IUPAC
  •  Tata nama senyawa poliatom (tergolong senyawa ion) diatur berdasarkan IUAC
Beberapa Rumus Molekul dan Tata Nama Asam
Rumus Molekul
Bilangan Oksidasi Non Logam
Nama
HNO2
HNO3
H2SO3
H2SO4
H3PO3
H3PO4
b.o N = +3
b.o N = +5
b.o S = +4
b.o S = +6
b.o P = +3
b.o p = +5
Asam nitrit
Asam nitrat
Asam sulfit
Asam sufat
Asam fosfit
Asam Fosfat


Senyawa Asam dengan Bilangan Oksidasi Nonlogam lebih dari dua
Atom
Nonlogam
Bilangan Oksidasi
Nonlogam
Rumus Molekul
Nama
Cl
+7
+5
+3
+1
HClO4
HClO3
HClO2
HClO
Asam perklorat
Asam klorat
Asam klorit
Asam hipoklorit
Br
+7
+5
+3
+1
HBrO4
HBrO3
HBrO2
HBrO
Asam perbromat
Asam bromat
Asam bromit
Asam hipobromit
 
Tata Nama Senyawa Basa
Basa
Nama
LiOH
NaOH
KOH
Mg(OH)2
Ba(OH)2
Al(OH)3
Litium hidroksida
Natrium hidroksida
Kalium hidroksida
Magnesium hidroksida
Barium Hidroksida
Aluminium Hidroksida
2.4 Memahami Hukum-hukum Dasar Kmia 
     Indikator:
  • Kesamaan massa zat sebelum dan sesudah reaksi dalam ruang tertutup ditentukan berdasarkan Hukum Lavoisier(kekekalan massa)
  • Perbandingan unsure-unsur yang membentuk suatu senyawa ditentukan berdasarkan Hukum Proust (perbandingan tetap
  • Perbandingan unsure-unsur yang membentuk 2 senyawa atau lebih ditentukan berdasarkan hukum Dalton
  • Perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi ditentukan berdasarkan hukum Gay Lussac
  • Kesamaan jumlah partikel dari volume gas-gas  yang diukur pada suhu (t) dan tekanan (p) yang sama ditentukan berdasarkan hukum Avogadro. 
Ringkasan Materi 
 1.  Hukum Lavoisier (1743-17940
Hukum kekekalan massa menyatakan massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap
Contoh:   Hidrogen    + oksigen      --------à  hidrogen oksida 
                 (4 g)                 (32 g)                       (36 g) 
2.  Hukum Proust (hukum perbandingan tetap)
     Menyatakan perbandingan massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa selalu tetap.Contoh : massa hidrogen dan massa oksigen yang  terkandung dalam air memiliki perbandingan yang tetap yaitu 1:8 , berapapun banyaknya air yang terbentuk.
3.  Hukum Dalton (hukum perbandingan berganda)
 Menyatakan apabila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa , dimana massa salah satu unsur tersebut tetap (sama) maka perbandingan masa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana. Contoh:

Tabel perbandingan Nitrogen dan Oksigen dalam senyawanya
Senyawa
Massa Nitrogen (g)
Massa Oksigen (g)
Perbandingan
N2O
28
16
7:4
NO
14
16
7:8
N2O3
28
48
7:12
N2O4
28
64
7:16
Dari tabek tersebut , terlihat bahwa apabila massa N dibuat tetap (sama) sebanyak 7 g, perbandingan massa oksigen dalam N2O: NO : N2O3 : N2O4 = 4:8:12:16 atau 1:2:3:4.
4.    Hukum Gay Lussac
 Menyatakan : volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama , akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. Jadi untuk P1 = P2 dan T1 = T2 berlaku :V1/V2 = n1/n2
Diketahui persamaan reaksi :      N2(g)  +   H2(g) --------à NH3(g)
Jika volume gas H2 sebanyak 60 mL ,pada (T,P) sama, tentukan:
a. Volume gas N2 dan NH3 
b. Perbandingan volume N2;H2;NH3 
Penyelesaian:
N2 + 3H2 ---------à2 NH3
a. Volume gas N2 = 1/3 x 60 mL = 20 mL
    volume gas NH3= 2/3 x 60 mL = 40 mL
b. Perebandingan volume N2:H2:NH3 = 1:3:2
5. Hukum Avogadro
 Menyatakan pada suhu dan tekanan yang sama gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah molekul-molekul yang sama. Perbandingan volum gas-gas dalam reaksi kimia pada suhu dan tekanan tetap (T,P) merupakan perbandingan jumlah molekul-molekul gas yang dinyatakan dengan perbandingan koefisien reaksi.
Contoh:
 Reaksi antara gas hidrogen dengan gas oksigen membentuk air pada suhu dan tekanan tetap dapat ditulis sebagai berikut:
2 volum hidrogen + 1 volum oksigen -----à2 volum air 
2 molekul hidrogen + 1 molekul oksigen --à2 molekul air 
Persamaan kimia untuk reaksi ini: 
2 H2 (g) + O2 (g) ------à 2 H2O (g)
Perbandingan kosefisien reaksinya adalah 2:1:2
Sumber :  Buku kimia SMK tingkat 1
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar