KIMIA SMK

Daftar Blog Saya: Kimiatomesemka, Kimiatomeemkaku, so-soal

Senin, 12 Maret 2012

11. SENYAWA HIDROKARBON DAN KEGUNAANNYA***kiatomesemka***

11.  Memahami senyawa hidrokarbon dan kegunaannya
11.1  Mendeskripsikan kekhasan atom karbon yang membentuk senyawa hidrokarbon  
Indikator :
 
  • - Sifat-sifat istimewa atom karbon dijelaskan berdasarkan konfigurasi elektron
  • -  Senyawa hidrokarbon digolongkan berdasarkan jenis ikatan antar atom karbon atau bentuk rantai karbon
 Rangkuman Materi

II.            
a.    Kekhasan atom karbon dan senyawa hidrokarbon.
a)    Dapat membentuk empat (4) buah ikatan kovalen
b)   Dapat membentuk senyawa yang stabil
c)    Dapat membentuk rantai karbon lurus dan bercabang
d)    Dapat membentuk ikatan tunggal dan ikatan rangkap
KEDUDUKAN ATOM KARBON DALAM RANTAI KARBON
Ada empat macam :
a)    Atom karbon primer, yaitu atom karbon yang terikat oleh satu atom karbon yang lain
b)   Atom karbon sekunder, yaitu atom karbon yang terikat oleh dua atom karbon yang lain
c)    Atom karbon tersier, yaitu atom karbon yang terikat oleh tiga atom karbon yang lain
d)    Atom karbon kearterner, yaitu atom karbon yang terikat oleh empat atom carbon yang lain

b.    Pengelompokan senyawa hidrokarbon
Disebut Hidrokarbon : mengandung unsur C dan H
Terdiri dari :
          1. Alkana (CnH2n+2)
          2. Alkena (CnH2n)              
          3. Alkuna (CnH2n-2)
Atau :
1. Hirokarbon jenuh, yaitu hidrokarbon yang pada ranai karbonnya semua berikatan tungggal, di sebut juga sebagai alkana.
2. Hidrokarbon tak jenuh yaitu hidro karbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap dua ( alkena ) dan rangkap tiga ( Alkuna).
c.    Tata nama senyawa hidrokarbon
Tata nama alkana
  •           Rantai tidak bercabang (lurus)
  •           Jika rantai karbon terdiri dari 4 atom karbon atau lebih, maka nama alkana diberi awalan n(normal)
                       CH3-CH2    CH3      CH3    CH2   CH2     CH2     CH                                                                      Propana                  n - pentana                                                     
          Jika rantai karbon bercabang, maka:
a. tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung lain. Rantai induk diberi nama alkana
b. Penomoran.Berikan nomor pada rantai induk dari ujung terdekat cabang
c. Tentukan cabang yaitu atom C yang terikat pada rantai induk.Cabang merupakan gugus alkil dan beri nama alkil sesuai struktur alkilnya
Urutan penulisan nama alkana :
Tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung lain. Rantai induk diberi nama alkana.
                  CH3  - CH2     CH2     CH    CH3 CH3   CH   CH    CH2   CH3








                                                              !     !                                                                                             CH3                 CH3  CH3
      2- metal pentane                   2,3 – dimetil pentana
Urutan penulisan nama alkena:
          Tentukan rantai induk (rantai karbon) terpanjang yang melewati ikatan rangkap dua, berilah nama alkena sesuai jumlah atom C
          Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan ikatan rangkap
          Jika terdapat cabang berilah nama alkil

CH3    CH2     CH2     CH     CH   1 pentuna


                             CH    C     CH2     CH2    CH3          2- metil 1 pentena

                                              CH3
Urutan tatanama alkuna:
          Tatanama alkuna menurut IUPAC :
- Tentukan rantai induk yaitu rantai atom C terpanjang dan diberi nama sesuai jumlah atom C pada rantai induk.
- Penomoran dari ujung rantai induk yang terdekat dengan ikatan rangkap tiga
- Jika terdapat cabang diberi nama sejumlah atom C pada cabang itu
                    CH3    CH2    CH2      CH2    C     CH   1 heksuna


                           CH      C     CH     CH2    CH3          3- metil 1 pentuna

                                                        CH
d.    Sifat fisika senyawa hidrokarbon
Sifat fisika alkana:
·         C1 – C4 : pada t dan p normal adalah gas
·         C4 – C17 : pada t dan p normal adalah cair
·         C18 : pada t dan p normal adalah padat
·         Titik didih makin tinggi : terhadap penambahan unsur C
·         Jumlah atom C sama : yang bercabang mempunyai TD rendah
·         Kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
·         BJ naik dengan penambahan jumlah unsur
Sifat fisika alkena:
·         Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34 %)
·         Pada suhu kamar, tiga suku pertama adalah gas, suku-suku berikutnya adalah cair dan suku-suku tinggi berbentuk padat,tidak dapat bercampur dengan air karena kerapatan lebih kecil dari pada air.
·         Dapat menyala dengan nyala yang berjelaga karena kadar karbon lebih tinggi dari pada alkana yang jumlah atom karbonnya sama.
Sifat fisika alkuna:
·         semakin tinggi suku alkuna titik didih semakin besar
·         pada suhu kamar tiga suku pertama berwujud gas,suku berikutnya berwujud cairsedangkan pada suku yang tinggi berwujud padat.
·         Suatu gas, tak berwarna, baunya khas
e.    Isomer senyawa hidrokarbon
Isomerisasi ialah suatu peristiwa senyawa-senyawa yang rumus kimianya sama,tetapi rumus strukturnya berbeda (maka sifatnyapun berbeda).
1.Isomer senyawa alkana : mulaiterdapat pada suku ke empat, yaitu butana mempunyai 2 isomer yaitu n-butana dan 2-metil propana (iso butana)

                  CH3    CH2   CH2  CH3                            CH3    
                                                            !                                                  
                             CH3     CH2   CH3

2. Isomer senyawa alkena : mulai terdapat pada suku ke empat, yaitu butena

      CH2    CH     CH2     CH3                CH3    
                                                                      !                                            
                                          CH2     C    CH3
     CH3    CH     CH       CH3                                                            


3. Isomer senyawa alkuna : mulai terdapat pada suku ke empat, yaitu butuna
           CH      C      CH2     CH3                                                                                                                   

          CH3     C         C        CH3                                                            

f.     Reaksi kimia pada senyawa hidrokarbon
Alkana :
1.    reaksi oksidasi sempurna menghasilkan gas karbon dioksida dan air
4CH3   +     7O2   -----     4CO2       +  6H2O
2.    pembakaran tidak sempurna menghasilkan gas CO atau C
4CH3   +     5O2   ------      4CO       +  6H2O
3.    disubstitusi oleh Cl2 dan Br2 dengan bantuan sinar matahari sebagai katalis, contoh: kloroform (CHCl3)
2CH4   +     6Cl2  -------     2CHCl3       +  6HCl
Alkena :
Reaksi adisi oleh hidrogen membentuk alkana: etena menjadi etana
                CH2    CH2     +     H2   -----    CH3    CH3    
    Etena                                      etana
Alkuna :
Reaksi adisi oleh hidrogen membentuk alkena kemudian alkana : etuna menjadi atena menjadi etana
Reaksi hidrasi (pengikatan molekul air) : etuna (asetilin) mengikat molekul air membentuk vinil alkohol dengan bantuan katalisator garam mercuri, vinil alkohol tidak stabil kemudian membentuk etanal, etanal direduksi menjadi etanol dan kemudian dioksidasi menjadi asam asetat
Reaksi polimerisasi , etuna dengan HCl membentuk polivinil klorida (PVC)
11.2 Menggolongkan senyawa hidrokarbon dan turunannya
Indikator :
  • -  Senyawa hidrokarbon  dikelompokkan berdasarkan gugus fungsional
  • Gugus funsi pada kelompok senyawa turunan hidrokarbon diturunkan dari golongan alkana

Senyawa Turunan Alkana
Senyawa hidrokarbon merupakan induk dari semua senyawa organik.
Golongan senyawa hidrokarbon terbentuk dari atom C dan H
Sedangkan golongan turunan senyawa alkana melibatkan atom C , H, dan O. Senyawa turunan alkana adalah senyawa yang dapat dianggap berasal dari alkana dimana satu atau lebih atom H diganti oleh atom atau gugus lain sehingga membentuk senyawa lain.
Alkana à  CnH2n+2
                  CnH2n+1 – H
                  R -  H   à diganti gugus lain
Gugus pengganti itu menjadi bagian yang reaktif dalam molekul dan memberi sifat khas pada senyawa yang bersangkutan . Oleh karena itu dinamakan gugus fungsi.
Senyawa-senyawa dengan gugus fungsi yang sama menunjukkan kemiripan sifat. Jenis ikatan karbon-karbon juga ianggap sebagai gugus fungsi, karena jenis ikatan dalam suatu senyawa sangat mempengaruhi sifat-sifat atau reaksi-reaksi senyawa tersebut.
Penggolongan senyawa turunan alkana berdasarkan gugus fungsi:

Gugus
Golongan
Rumus Umum
Contoh senyawa
Nama Senyawa
- OH
Alkanol
(Alkohol)
R - OH
CH3 - OH
Metanol (Metil alkohol)
- o -
Alkoksi alkana (eter)
R – O – R’
CH3-O-CH3
Metoksi metana (dimetil eter)
  O

 !!


-C-H




 


Alkanal (Alehid)
    O

R-C - H
     O

CH3-C-CH3
Etanal ( asetaldehid)
 
  O


   !!



-C-OH


 

Asam alkanoat (asam karboksilat)
       O

    !!  

R-C-OH



 

       O
         !!


CH3-C-OH




 
    

Asam etanoat (asam asetat)
    O

   !!


 -C-O-





 

Alkil lkanoat (ester)
         O
             !!





R-C-O-R’ 






        O
          !!


CH3-C-O-CH3


 
          

Metil etanoat (metil asetat)

Keisomeran:
Senyawa – senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama di sebut Isomer.
Keisomeran gugus fungsi :
Mempunyai rumus molekul yang sama, namun berbeda gugus fungsi. Terdapat 3 pasangan Homolog yang mempunyai rumus yang sama yaitu :
1). Alkohol dengan Alkoksialkana mempunyai rumus umum CnH2n+2O
2). Alkanal dengan Alkanol, mempunyai rumus umum CnH2nO
3). Asam Alkanoat dengan Alkil alkanoat, mempunyai rumus umum CnH2nO2

Beberapa golongan senyawa turunan alkana yang akan dibahas berikut ini.
1.   Haloalkana
- Senyawa alkil halida merupakan senyawa hidrokarbon baik jenuh maupun tak jenuh yang satu unsur H-nya atau lebih digantikan oleh unsur halogen (X = Br, Cl. I)
- Alkil halida = haloalkana = RX  struktur primer, sekunder, tersier
- Aril halida = ArX = senyawa halogen organik aromatik
Sifat fisika Alkil Halida :
- Mempunyai TD lebih tinggi dari pada TD Alkana dengan jumlah unsur C yang sama.
- Tidak larut dalam air, tapi larut dalam pelarut organik tertentu.
- Senyawa-senyawa bromo, iodo dan polikloro lebih berat dari pada air.
PENGGUNAAN ALKIL HALIDA :
- Kloroform (CHCl3) : pelarut untuk lemak, obat bius (dibubuhi etanol, disimpan dalam botol coklat, diisi sampai penuh).
- Tetraklorometana = karbontetraklorida (CCl4) : pelarut untuk lemak, alat pemadam kebakaran (Pyrene, TD rendah 77oC, uapnya berat.
- Freon (Freon 12 = CCl2F2, Freon 22 = CHCl2F) : pendingin lemari es, alat “air conditioner”, sebagai propellant (penyebar) kosmetik, insektisida, dsb. Alkohol dan Eter
2.   Alkohol
a. Jenis-jenis Alkohol
Berdasarkan jenis atom karbon yang mengikat gugus OH, alkohol dibedakan atas alkohol primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersier. Dalam alkohol primer, gugus OH terikat pada atom karbon primer, dan seterusnya.
b. Tata Nama Alkohol
Nama IUPAC alkohol diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi ol.
CH3- CH2- CH2- OH 1-Propanol
Selain nama IUPAC, alkohol sederhana juga mempunyai nama lazim, yaitu alkil alkohol.
CH3- CH2- OH etil alkohol
c. Sifat-sifat Alkohol
o Sifat Fisis
Alkohol mempumyai titik cair dan titik didih yang relatif tinggi. Pada suhu kamar, alkohol suku rendah berbentuk cairan , suku sedang berupa cairan kental, sedangkan suku tinggi berbentuk padatan
o Sifat Kimia
Gugus OH merupakan gugus yag cukup reaktif sehingga alkohol mudah terlibat dalam berbagai jenis reaksi. Reaksi dengan logam aktif misalnya logam natrium dan kalium membentuk alkoksida dan gas hidrogen. Alkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air. Jika alkohol dipanaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi (melepas molekul air) membentuk eter atau alkena.
d. Kegunaan Alkohol dalam kehidupan sehari-hari
- pengawet untuk hewan koleksi (yang ukurannya kecil).
- bahan bakar otomotif. Ethanol dan methanol dapat dibuat untuk membakar lebih bersih dibanding gasoline atau disel.  
- antifreeze pada radiator.
- untuk menambah penampilan Mesin pembakaran dalam, methanol dapat disuntikan kedalam mesin Turbocharger dan Supercharger. Ini akan mendinginkan masuknya udara kedalam pipa masuk, menyediakan masuknya udara yang lebih padat.
- Gasohol (90% bensin + 10% alkohol) sebagai bahan bakar
3.  Eter
a. Tata Nama Eter
Nama lazim dari eter adalah alkil alkil eter, yaitu nama kedua gugus alkil diikuti kata eter ( dalam tiga kata yang terpisah ).
  CH3- CH2- O - CH3 Metil etil eter
Nama IUPAC adalah alkoksialkana. Dalam hal ini eter dianggap sebgai turunan alkana yang satu atom H alkana diganti oleh gugus alkoksi ( -OR ).
CH3-CH2-O-CH3 metoksietana
b. Sifat-sifat Eter
o Sifat Fisis
Titik cair dan titik didih eter jauh lebih rendah daripada alkohol. Demikian juga dalam hal kelarutan, eter lebih besar sukar larut dalam air daripada alkohol. Pada umumnya eter tidak bercampur dengan air. Pada suhu kamar, kelarutan etil eter dalam air hanya 1,5 %. Hal ini terjadi karena molekul eter kurang polar.
o Sifat Kimia
Eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air. Eter tidak beraksi dengan logam natrium. Eter terurai oleh asam halida, terutama oleh HI.
c. Kegunaan Eter dalam kehidupan sehari-hari
Eter yang terpenting adalah etil eter yang dalam kehidupan sehair-hari maupun dalam perdagangan disebut eter. Kegunaan utama eter adalah sebagai pelarut dan obat bius (anestesi) pada operasi. Etil eter adalah obat bius yang diberikan melalui pernapasan, seperti halnya kloroform atau siklopropana.

C. Aldehida dan Keton

4. Aldehida
l  Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang terikat pada sebuah atau dua buah unsur hidrogen.
l  Aldehid berasal dari “ alkohol dehidrogenatum “ (cara sintesisnya).
a. sifat-sifat
- Sifat-sifat kimia aldehid dan keton umumnya serupa, hanya berbeda dalam derajatnya. Unsur C kecil larut dalam air (berkurang + C).
Merupakan senyawa polar, TD aldehid > senyawa non polar
- Sifat fisika formaldehid : suatu gas yang baunya sangat merangsang
Akrolein == propanal == CH2=CH-CHO : cairan, baunya tajam, sangat reaktif.
b. Penggunaan Aldehida
Formaldehida merupakan aldehida yang paling banyak diproduksi dan mempunyai banyak kegunaan antara lain sebagai berikut.
o Untuk membuat formalin, yaitu larutan 40 % formaldehida dalam air. Formalin digunakan untuk mengawetkan contoh biologi dan juga mengawetkan mayat, tetapi tidak boleh untuk mengawetkan makanan.
o Untuk membuat berbagai jenis plastik termoset (plastik yang tidak meleleh pada pemanasan ).
5. Keton
a. Tata Nama Keton
Nama alkanon diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi on.
Nama lazim keton adalah alkil alkil keton. Kedua gugus alkil disebut secara terpisah kemudian diakhiri dengan kata keton.
CH3-CO-C2H5 metil etil keton
CH3-CO-CH3 dimetil keton
b. Sifat-sifat Keton
o Oksidasi
Keton adalah reduktor yang lebih lemah daripada aldehida. Zat-zat pengoksidasi lemah seperti pereaksi Tollens dan Fehling tidak dapat mengoksidasi keton. Oleh karena itu aldehida dan keton dapat dibedakan dengan menggunakan peraksi-peraksi tersebut.
o Reduksi ( Adisi Hidrogen )
Reduksi keton menghasilkan alkohol primer.
c. Penggunaan Keton
Keton yang paling banyak penggunaannya adalah propanon yang dalam dunia perdangan dan kehidupan sehari-hari disebut aseton. Kegunaan utana aseton adalah sebagai pelarut untuk lilin, plastik, dan sirlak. Juga sebgai pelarut untuk selulosa asetat dalam memproduksi rayon. Dalam kehidupan sehari-hari, kaum wanita menggunakan aseton untuk mebersihkan pewarna kuku. Beberapa keton siklik merupakan bahan untuk membuat parfum karena berbau harum.

D. Asam Karboksilat dan Ester

6. Asam Karboksilat
a. Tata Nama Alkanoat
Nama asam alkanoat diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran a menjadi oat dan memberi awalan asam. Misalnya alkana menjadi asam alkanoat.
CH3-CH-CH2-COOH                    
        |
        CH3
asam 3-metilbutanoat
Nama lazim asam karboksilat. Misalnya asam metanoat nama lazimnya adalah asam format.
b. Beberapa Asam Karboksilat dalam Kehidupan Sehari-hari
Asam format banyak digunakan dalam industri tekstil, penyamakan kulit, dan di perkebunan karet untuk menggumpalkan lateks (getah pohon karet). Asam asetat adalah asam yang terdapat dalam cuka makanan. Kadar asam asetat yang terdapat dalam cuka makanan sekitar 20-25 %.
7. Ester
a. Tata Nama Ester
Ester turunan alkana diberi nama alkil alkanoat. Yang disebut alkil pada nama itu adalah gugus karbon yang terikat pada atom O ( gugus R' ), sedangkan alkanoat adalah gugus R-COOH-. Atom C gugus fungsi masuk ke dalam bagian alkanoat.
b. Pembuatan Ester
Ester dapat dibuat dari asam karboksilat dan alkohol dengan pengaruh asam sulfat pekat. Reaksi ini disebut reaksi pengesteran (esterifikasi) dan merupakan reaksi kesetimbangan.
c. Beberapa Jenis Ester dan Penggunaannya
Ester mempunyai aroma yang sedap banyak di antaranya terdapat pada bunga atau buah-buahan sehingga disebut ester buah-buahan. Lilin (wax, bukan lilin parafin) adalah ester dari asam karboksilat berantai panjang dengan alkohol berantai panjang. Salah satu golongan ester yang banyak terdapat di alam adalah lemak (fat). Beberapa contoh lemak dan minyak adalah lemak sapi, minyak kelapa, minyak jagung, dan minyak kelapa.
d. Sifat-sifat Ester
o Hidrolisis
Ester dapat terhidolisis dengan pengaruh asam membentuk alkohol dan asam karboksilat. Reaksi hidrolisis merupakan kebalikan dan pengesteran. Hidrolisis lemak atau minyak menghasilkan gliserol dan asam-asam lemak. Contoh hidrolisis gliseril tristearat menghasilkan gliserol dan asam stearat.
o Penyabunan
Reaksi ester (khususnya lemak dan minyak) dengan suatu basa kuat seperti NaOH atau KOH menghasilkan sabun. Oleh karena itu reaksinya disebut reaksi penyabunan (saponifikasi). Pada pembuatan sabun juga terbentuk gliserol sebagai hasil sampingan.
8. BENZEN =C6H6
     - Senyawa aromatis yang paling sederhana
          -         Berasal dari batu bara dan minyak bumi
          -        Sifat fisika : cairan, td. 80oC, tak berwarna, tak larut dalam air, larut dalam
        kebanyakan pelarut organik, mudah terbakar dengan nyala yang berjelaga dan
        berwarna (karena kadar C tinggi)
Pembuatan :
- dulu dari sulingan bertingkat ter batu bara, sekarang dari sulingan bertingkat minyak bumi
Pengunaan Benzen :
-Dahulu sebagai bahan bakar motor
- Pelarut untuk banyak zat
-Sintesis : stirena, fenol, nilon, anilin, isopropil benzen, detergen, insektisida, anhidrida asam maleat, dsb
Sifat kimia benzen :
a. Halogenesi Benzena bereaksi langsung dengan halogen dengan katalisator besi ( III ) halida
b. Nitrasi Benzena bereaksi dengan asam nitrat pekat dengan katalisator asam sulfat pekat membentuk nitrobenzena
c. Sulfonasi Terjadi apabila benzena di panaskan dengan asam sulfat pekat
d. Alkilasi Alkilbenzena dapat terbentuk jika benzena direaksikan dengan alkil halida dengan katalisator aluminium kloroda ( AlCl3 )
 11.3 Mendeskripsikan kegunaan senyawa hidrokarbon dan turunannya dalam kehidupan manusia  
 Indikator :

  • Senyawa hidrokarbon  dan turunannya dijelaskan berdasarkan kegunaan dalam kehidupan manusia
  • Pengolahan minyak bumi dijelaskan berdasarkan dampak yang ditimbulkannya
Rangkuman materi


     1. Alcohol :
              a) methanol
Disebut juga spirtus kayu karena dulu dibuat dari destilasi kering serbuk kayu (serbuk gergaji) sekarang dengan mereaksikan gas CO dengan H2 menggunakan katalisator ZnO dan Cr2O3 pada suhu 450 ̊C, tekanan 200 atm. Metanol berupa cair, tidak berwarna, berbau seperti alcohol biasa,bersifat racun, memabukkan dapat menimbulkan kebutaan, bahkan kematian. Metanol dapat digunakan sebagai pelarut , untuk membuat pernis, untuk membuat formalin.

              b) Etanol
Merupakan suatu cairan dengan aroma harum yang dihasilkan secara alamiah dari fermentasi menggunakan ragi atau mikriorganisma lain . Etanol digunakan dalam minuman beralkohol, sebagai pelarut dan pembuatan bahan-bahan kimia lain. Etanol yang dibuat di Industri petrokimia bukan alkohol tersebut di atas. Akan tetapi merupakan etanol yang dibuat secara sintetis. Etanol dapat dioksidasi menjadi asetaldehid dan asam cuka. Produk lain dari etanol meliputi butadiena digunakan dalam pembuatan karet sintetis. Etanol dicampur dengan bensin digunakan sebagai bahan bakar mobil yang disebut gasohol.
     2. Parfumery
              parfum adalah senyawa aromatis yang mempunyai bau yang khas yang berasal dari ekstrak tumbuh-tumbuhan baik batang, daun, maupun bunga, dan ekstrak buah-buahan. Senyawa aromatis hidrokarbon dikenal dengan nama umum senyawa benzen dan turunannya. Senyawa-senyawa turunan benzen banyak dijumpai di alam contoh:Benzaldehid (aroma Cherry)
Pewangi telah dikenal dari zaman dahulu, seperti digunakan di Mesir, Arab, Cina dan negara-nagara lainnya. Bahan pewangi yang diperoleh dengan cara destilasi uap dapat diperoleh dari minyak sereh, daun nilam, cengkeh, maupun kulit kayu manis. Bahan pewangi dalam bentuk parfum tidak hanya digunakan untuk bahan pewangi saja, tetapi dapat digunakan untuk menetralisir keracunan makanan oleh bakteri tertentu seperti dilakukan oleh orang-orang India dalam menggunakan parfum “tambul” yang terbuat dari rempah-rempah
Aroma buah-buahan disebabkan oleh berbagai senyawa ester yang bersifat volatile. Proses timbulnya aroma ini pada bahan yang berbeda tidak sama. Pada buah-buahan, produksi senyawa aroma ini meningkat ketika mendekati masa klimakterik
Berpuluh-puluh tahun yang lalu telah berhasil disintesis senyawa-senyawa yang digunakan untuk menimbulkan aroma. Umumnya yang digunakan adalah senyawa-senyawa ester yang dalam jumlah yang sangat kecil telah dapat memberikan aroma yang sangat baik. Senyawa-senyawa ester tertentu (flavormatik) mempunyai aroma menyerupai aroma pisang, panilin memberikan aroma serupa dengan ekstrak vanili dan amil kaproat mempunyai aroma apel dan nenas
3. Plastik
Sebuah bahan plastik adalah salah satu dari berbagai sintetik atau semi-sintetik organik padatan amorf  yang digunakan dalam pembuatan produk industri. Plastik biasanya polimer tinggi massa molekul , dan mungkin mengandung zat-zat lain untuk meningkatkan kinerja dan / atau mengurangi biaya.. Monomer dari plastik yang baik alami atau sintetis senyawa organik. Kata plastik berasal dari bahasa Yunani plastikos yang berarti mampu menjadi berbentuk atau dibentuk, dari plastos yang berarti membentuk. Hal ini mengacu pada sifat lunak mereka, atau plastisitas selama manufaktur, yang memungkinkan mereka untuk cast , ditekan , atau diekstrusi dalam berbagai bentuk-seperti film , serat , piring, tabung, botol, kotak, dan banyak lagi.

           
C. Minyak bumi dan kegunaannya
1. Pembentukan dan pengolahan minyak bumi
a. Pembentukan minyak bumi
Menurut teori dupleks :
-minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati, akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun, jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.
Minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. Deposit minyak bumi di indonesia pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas panai, yaitu pantai utara jawa (Cepu, Wonokromo, Cirebon ). Daerah sumatera bagian utara dan timur ( Aceh, Riau). Daerah kalimantan bagia timur ( Tarakan, Balikpapan ) dan daerah kepala burung ( Papua).
                       b. Pengolahan minyak bumi
1). Pengelolaan tahap pertama ( primary processing ).
Pada tahap pertama ini di lakukan proses “ dostilasi Be, pada proses distilasi bertingkat ini meliputi :
a. Fraksi pertama : menghasilkan gas elpiji di gunakan untuk bahan bakar kompor gas, atau mobil dengan BBG
b. Fraksi kedua : sering di sebut nafta ( Gas Bumi ), nafta ini tidak dapat langsung di sunakan, teteapi di olah pada tahap kedua untuk di jadikan bensi (premium) atau bahan ptrokimia, nafta sering juga di sebut dengan bensin berat.
c. Fraksi ketiga : di buat menjadi kerosin ( minyak tanah) dan Autur ( Bahan bakar pesawat jet)
d. Fraksi keempat : di buat menjadi solar, di gunakan sebagai bahan bakar mesin diesel.
e. Fraksi kelima : di sebut residu yang berisi hidrokarbon rantai panjang dan dapat di olah lebih lanjut pada pada tahap kedua menjadi berbagai senyawa karbon lainnya dan sisanya sebagai aspal dan lilin.
2). pengolahan tahap kedua
Proses ini merupakan lanjutan dari hasil penyulingan pada tahap kedua
Proses-proses ini meliputi :
a. perengkahan ( Cracking ) : Di lakukan perubahan struktur nkimia senyawa- senyawa hidrokarbon,m yang meliputi perengkahan ( pemecahan rantai ). Alkilasi ( pembentukan alkil), polimerasi, reformasi dan isomerasi
b. Proses ekstrasi : pembersihan produk dengan menggunakan pelarut.
c. Proses kristalisasi : proses pengolahan produk-produk melalui perbedaan titik cairnya.
d. Pembersihan dan kontaminasi : proses pengolahan tahap pertama dan tahap kedua sering terjadi kontaminasi sehingga kotoran-kotoran ini harus di bersihkan dengan menambahkan soda kaustik ( NaOH ) tanah liat atau proses Hidrogenesi.
2. Produk hasil pengolahan minyak bumi dan dampak yang ditimbulkannya
a) Nafta (residu)
    Nafta merupakan fraksi minyak bumi memilki jumlah atom C6 – C10, digunakan dalam pembuatan plastik , karet sintetis, detergen, obat, cat, bahan pakaian, kosmetik, dan bahan bakar pesawat udara.
b) Petrolium (bensin)
   Bensin merupakan salah fraksi minyak bumi yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama digunakan sebagai bahan bakar pada mesin pembakaran dalam, misalnya pada mobil dan sepeda motor. Bensin merupakan campuran senyawa-senyawa hidrokarbon yang terdiri dari isomer-isomer heptana dan oktana. Jika di dalam bensin terdapat heptan dan oktana rantai lurus maka di dalam mesin, bensin tersebut tidak mengalani pembakaran sempurna, sehingga menimbulkan bunyi ketukan dan mengganggu gerakan piston di dalam mesin. Jika di dalam bensin terdapat heptana dan oktan rantai bercabang maka mengalami pembakaran sempurna sehingga jumlah ketukan mesin dapat dikurangi.
   Dampak pembakaran bensin
-  dengan penggunaan TEL(tetra etyl lead) yang mengandung logam berat (Pb) dalam bensin yang terbakar akan keluar bersama asap kendaraan bermotor melalui knalpot akan berdampak tidak baik bagi tubuh.
- Pembakaran tidak sempurna hidrokarbon akan berdampak mengeluarkan gas karbon monoksida yang berdampak mengganggu pernafasan.
- Adanya belerang dalam minyak bumi akan terbakar menghasilkan belerang diosida yang berdampak mengganggu proses fotosintesis pada pohon karena merusak zat hijau daunnya.
c) Karosen (minyak tanah dan aftur)
     Karosen merupakan fraksi minyak bumi yang mengandung jumlah atom C11 – C14, digunakan sebagai bahan bakar, Avtur merupakan fraksi minyak bumi berguna sebagai bahan bakar pesawat jet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar