KIMIA SMK

Daftar Blog Saya: Kimiatomesemka, Kimiatomeemkaku, so-soal

Minggu, 26 Februari 2012

6. PERKEMBANGAN KONSEP REAKSI KIMIA***kimiatomesemka***

6,1  Mendeskripsikan pengertian umum reaksi kimia
  • Persamaan reaksi kimia dijelaskan sebagai proses perubahan satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih zat yang berbeda
  • Asam dihasilkan dari reaksi oksida bukan logam dengan air
  • Basa dihasilkan dari reaksi oksida logam dengan air
  • Garam dihasilkan dari reaksi asam dengan basa
 Ringkasan Materi
A. Reaksi kimia 
Reakasi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan perubahan senyawa kimia. Senyawa ataupun senyawa-senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan kimia, walaupun pada dasarnya konsep umum reaksi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi partikel-partikel elementer seperti pada reaksi nuklir.
Reaksi-reaksi kimia yang berbeda digunakan bersama dalam sintesis kimia untuk menghasilkan produk senyawa yang diinginkan. Dalam biokimia, sederet reaksi kimia yang dikatalisis oleh enzim membentuk lintasan metabolisme, di mana sintesis dan dekomposisi yang biasanya tidak mungkin terjadi di dalam sel dilakukan. 
   B. Asam
Asam terbentuk dari reaksi oksida bukan logam dengan air
Reaksi :
NO2 + H2O -------->    HNO3
asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H+.
HNO3  --------->       H+  + NO3-
Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen. Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti logam, marmer, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam bersifat korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk Besi (II) klorida (FeCl2).
Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan dalam 2 golongan, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik umumnya bersifat asam lemah, korosif, dan banyak terdapat di alam. Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif.
    C.    Basa
Basa dihasilkan dari reaksi oksida logam dengan air
Reaksi : Na2O + H2O  ---------> 2NaOH  
Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH-).
Reaksi : NaOH  -------->Na+  +  OH-        
Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH. Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa, cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida. Contoh : deodoran, obat maag (antacid) dan sabun serta deterjen mengandung basa.
 D. Garam
reaksi antara ion negatif dari asam dan ion positif logam dari basa? Ion-ion ini akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam.
Reaksi : Na+ +   Cl- --------> NaCl 
 Bila garam yang terbentuk mudah larut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada di dalam larutan. Tetapi jika garam itu sukar larut dalam air, maka ion-ionnya akan bergabung membentuk suatu endapan. Jadi, reaksi asam dengan basa disebut juga reaksi penggaraman karena membentuk senyawa garam
Larutan asam direaksikan dengan larutan basa, maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion OH- dari basa membentuk molekul air disebut reaksi penetralan.
Reaksi : H+  +   OH- ---------> H2O
Sifat asam basa dari larutan garam bergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya netral, disebut garam normal, contohnya NaCl dan KNO3.
Reaksi : NaOH   +  HCl ---------> NaCl    +   H2O
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam dan disebut garam asam, contohnya adalah NH4 Cl.
Reaksi : NH4OH   +    HCl  --------> NH4Cl      +    H2O    
Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa dan disebut garam basa, contohnya adalah CH3COONa.
Reaksi : CH3COOH +  NaOH  ---------> CH3COONa  +  H2O
Contoh asam kuat adalah HCl, HNO3, H2SO4. Adapun KOH, NaOH, Ca(OH)2 termasuk basa kuat.
6.2  Membedakan konsep oksidasi, reduksi dan reaksi lainnya
  •  Reaksi asam dan basa dibedakan berdasarkan transfer proton
  •  Reaksi oksidasi dan reduksi dibedakan berdasarkan pengikatan danpelepasan oksigen, perubahan bilangan oksidasi, dan tranfer elektron
  •  Reaksi oksidasi reduksi disetarakan berdasarkan metode bilangan oksidasi
Rangkuman Materi

Berdasarkan transfer proton dan electron reaksi kimia dikelompokkan menjadi reaksi asam basa dan reaksi redoks.
    1.    Reaksi asam basa
Asam meruapakan donor (pemberi) proton dan basa merupakan akseptor (penerima) proton. Reaksi asam basa terjadi pada keadaan setimbang maka reaksinya dinamakan reaksi kesetimbangan asam basa yaitu reaksi ke kanan (produk) dan reaksi ke kiri (reaktan) melibatkan transfer proton.
Contoh: reaksi NH3 dan H2O
NH3(aq)   + H2O((aq) <===> NH4+(aq)   +   OH-(aq)
Reaksi ke kanan NH3 adalah penerima proton dan H2O adalah pemberi proton
Reaksi ke kiri NH4+ adalah pemberi proton dan OH- adalah penerima proton
    2.    Reaksi reduksi dan reaksi oksidasi
Berdasar perkembangannya, konsep oksidasi-reduksi dijelaskan dari beberapa hal berikut :
a. Penggabungan dan Pengeluaran Oksigen
Oksidasi adalah peristiwa penggabungan pada persamaan reaksi berikut :
2Cu + O2 —-> 2CuO
2Fe + O2 —-> 2FeO
4Fe + 3O2 —-> 2Fe2O3
Reduksi adalah proses pengambilan atau pengeluaran oksigen dari suatu zat.
2FeO + C —-> 2Fe + CO2
CuO + H2 —-> Cu + H2O
b. Pelepasan dan Penangkapan Elektron
Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron.
Contoh reaksi oksidasi :
Na —-> Na+ + e
Zn —-> Zn2+ + 2e
Fe2+ —-> Fe3+ + e
S2- —- >S + 2e
Reduksi adalah reaksi penerimaan atau penangkapan elektron.
Contoh reaksi reduksi :
K+ + e —- >K
Cu2+ + 2e —->Cu
Co3+ + e—-> Co2+
Cl2 + 2e —->2Cl-
Pada reaksi oksidasi, elektron berada di ruas kanan
Pada reaksi reduksi, elektron berada di ruas kiri
Reaksi redoks adalah reaksi oksidasi suatu atom yang disertai reaksi reduksi
Contoh:
Zn + Cu2+ —->Zn2+ + Cu
Reduktor = Zat yang mengalami oksidasi = Zn
Oksidator = Zat yang mengalami reduksi = Cu
c.. Oksidasi-Reduksi Berdasarkan Bilangan Oksidasi
Oksidasi = Penambahan (naiknya) bilangan oksidasi
Reduksi = Pengurangan (turunnya) bilangan oksidasi
Bilangan oksidasi : bilangan yang menunjukkan kemampuan atom dalam mengikat atau melepas elektron
Contoh :
Fe2O3(s) + ….3CO(g)
2Fe(s) +..3CO2(g)
+3………………+2…………0……….+4
l_________________l
reduksi……….. l_____________l
………………………oksidasi
Perbedaan  reaksi reduksi oksidasi dengan reaksi lainnya yaitu reaksi reduksi dan oksidasi terjadi perubahan bilangan oksidasi ,sedangkan reaksi yag lain tidak terdapat perubahan bilangan okisdasi.
Contoh: reaksi NaOH dan HCl
NaOH(aq) + HCl(aq)                NaCl(aq)   +   H2O(aq)
Pada reaksi tersebut zat-zat yang terlibat dalam reaksi tidak terjadi perubahan bilangan oksidasi baik sebelum dan sesudah bereaksi.
Aplikasi reaksi reduksi oksidasi dalam kehidupan sehari-hari seperti prinsip kerja baterai, aki atau accumulaktor, korosi pada besi dan logam-logam lainnya.
 
HARGA BILANGAN OKSIDASI
1.
Unsur bebas Bilangan Oksidasi = 0
2.
Oksigen
Dalam Senyawa Bilangan Oksidasi = -2
kecuali
a. Dalam peroksida, Bilangan Oksidasi = -1
b. Dalam superoksida, Bilangan Oksida = -1/2
c. Dalam OF2, Bilangan Oksidasi = +2
3.
Hidrogen
Dalam senyawa, Bilangan Oksidasi = +1
Kecuali dalam hibrida = -1
4.
Unsur-unsur Golongan IA
Dalam Senyawa, Bilangan Oksidasi = +2
5.
Unsur-unsur Golongan IIA
Dalam senyawa, Bilangan Oksidasi = +2
6.
å Bilangan Oksidasi molekul = 0
7.
å Bilangan Oksidasi ion = muatan ion
8.
Unsur halogen
F
: 0, -1
Cl
: 0, -1, +1, +3, +5, +7
Br
: 0, -1, +1, +5, +7
I
: 0, -1, +1, +5, +7
LANGKAH-LANGKAH PENYETARAAN REAKSI REDOKS
1.
CARA BILANGAN OKSIDASI
a.
Tentukan mana reaksi oksidasi dan reduksinya.
b.
Tentukan penurunan Bilangan Oksidasi dari oksidator dan kenaikan Bilangan Oksidasi dari reduktor.
c.
Jumlah elektron yang diterima dan yang dilepaskan perlu disamakan dengan mengalikan terhadap suatu faktor.
d.
Samakan jumlah atom oksigen di kanan dan kiri reaksi terakhir jumlah atom hidrogen di sebelah kanan dan kiri reaksi.
2.
CARA SETENGAH REAKSI
a.
Tentukan mana reaksi oksidasi dan reduksi.
b.
Reaksi oksidasi dipisahkan daui reaksi reduksi
c.
Setarakan ruas kanan dan kiri untuk jumlah atom yang mengalami perubahan Bilangan Oksidasi untuk reaksi yang jumlah atom-atom kanan dan kiri sudah sama, setarakan muatan listriknya dengan menambahkan elektron.
d.
Untuk reaksi yang jumlah atom oksigen di kanan dan kiri belum sama setarakan kekurangan oksigen dengan menambahkan sejumlah H2O sesuai dengan jumlah kekurangannya.
e.
Setarakan atom H dengan menambah sejumlah ion H+ sebanyak kekurangannya.
f.
Setarakan muatan, listrik sebelah kanan dan kiri dengan menambahkan elektron pada ruas yang kekurangan muatan negatif atau kelebihan muatan positif.
g.
Samakan jumlah elektron kedua reaksi dengan mengalikan masing-masing dengan sebuah faktor.
Tahapan:
1.    Tentukan perubahan bilangan oksidasi.
2.    Setarakan perubahan bilangan oksidasi.
3.    Setarakan jumlah listrik ruas kiri dan kanan dengan :
H+ Þ pada larutan bersifat asam (jika muatan di sebelah kiri lebih kecil)
OH- Þ pada larutan bersifat basa (jika muatan disebelah kiri lebih besar)
4.    Tambahkan H2O untuk menyetarakan jumlah atom H.
Contoh:
MnO4- + Fe2+ ® Mn2+ + Fe3+ (suasana asam)

.................-5

.....é````````````ù
1.
MnO4- + Fe2+ ® Mn2+ + Fe3+

..+7...... +2....... +2...... +3

.................ë                 û

........................+1
2.
Angka penyerta = 5
MnO4- + 5 Fe2+ ® Mn2+ + 5 Fe3+
3.
MnO4- + 5 Fe2+ + 8 H+ ® Mn2+ + 5 Fe3+
4.
MnO4- + 5 Fe2+ + 8 H+ ® Mn2+ + 5 Fe3+ + 4 H2O
Contoh:
P + NO3-     ------>  PO43-    +  NO  (suasana basa)
1.    Tentukan reaksi oksidasi dan reduksi dengan melihat bilangan oksidasi dan tentukan perubahan bilangan oksidasi tersebut
P + NO3-  ------->    PO43-    +  NO
0    +5                      +5             +2
 !----!----- Perb. 5--------!
       !----- Perb. 3---------------------!
2.    Samakan jumlah atom sebelah kiri dengan kanan dengan mengalikan factor
5 P + 3 NO3- ------> 5 PO43-    + 3 NO
3.    Samakan jumlah muatan kiri dan kanan, jika muatan sebelah kiri lebih kecil maka tambahkan H+, jika lebih besar maka tambahkan OH-
Jumlah muatan di ruas kiri = -5
Jumlah muatan di sebelah kanan = -9
Jadi, tambahkan 4OH- di ruas kiri
3P   +  5NO3-  +  4OH-  -------> 3PO43-   +   5 NO
4.    Samakan jumlah atom H di ruas kiri dan kanan dengan menambahkan H2O di ruas kanan
Oleh karena di ruas kiri ada 4 atom H, tambahkan 2H2O di ruas kanan:
3P   +   5 NO3-   +  4OH- ------->  3PO43-  +  5NO + 2H2O           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar